Will code for duel

Just another WordPress.com weblog

Kembar

with 2 comments

Pada suatu hari, saya chatting dengan salah seorang teman chatting yang kebetulan sedang terkena penyakit dengan gejala serupa dengan saya namun saya didiagnosa hanya sakit aneh biasa namun dia didiagnosa kena penyakit yang sering menjangkiti pelanggan gelap nyawang. Setelah berfilosofi kesana kemari seperti kera sakti, kami sampai pada suatu pembicaraan dimana dia bertanya, “Apa yang membuat cowo illfeel ama cewe.” Tentu saja saya hanya bisa menjawab apa yang kira2 dapat membuat saya ilfil ama cewe tapi entah kenapa di tengah pembicaraan mendadak berganti topik seperti di Junker Paradiso hingga tercetuslah cerita berikut:

Bandung, 19 Oktober 2009. Nina dan Nani, anak kembar identik yang cantik jelita, tengah menempuh kerasnya semester 7 di kampus tercintanya. Nina dan Nani berparas serupa, namun ada hal yang sangat membedakan mereka, “benda” yang terletak di antara perut dan leher milik Nina berukuran melon sedangkan Nani, katakanlah, hanya apel granny smith. Nina dan Nani, selayaknya mereka yang berparas jelita di sarang penyamun, tentu saja telah memiliki pacar yaitu Ota dan Jad. Stress TA membuat anak kembar ini sering bertengkar dengan pasangan mereka, tetapi mereka punya cara yang berbeda untuk menyelesaikan masalah. Btw blablabla cuih barusan hanya sekedar menjelaskan background, inti ceritanya di 2 paragraf berikutnya.

Saat Nani yang ribut dengan Jad, ia bisa berusaha menyelesaikannya dengan memeluk Jad kemudian menangis dan Jad masih tidak bergeming. Nani bisa membuat semua cookie yang ada di muka bumi atau merajut syal dengan sepenuh hati untuk Jad tapi itu kadang cukup untuk membuat Jad luluh tapi bisa juga gagal. Dunia terasa kurang adil bagi Nani.

Saat Nina ribut dengan Ota, ia dapat menyelesaikannya dengan mudah. Nina cukup menunjuk kepada ‘tomas’ dan berkata dengan lantang, “Sentuh mereka!!”. Langit Ota runtuh. Kakinya kehilangan pijakan, dan tangannya kehilangan pegangan. Keringat dingin membasahi dirinya. Kekhawatiran tentang hari esok menghilang. Tapi tetap saja Ota tidak sanggup menyentuh ‘mereka’. Ya, dunia Nina memang lebih mudah.

Setelah menjalani proses membaca ulang dan melihat apa yang perlu diedit saya baru sadar betapa sampahnya cerita ini. Hm… Baguslah

Anjirlah, pas menjalani proses membaca ulang dan melihat apa yang perlu diedit gw baru sadar betapa sampahnya cerita ini. Oleh karena itu dibiarkan apa adanya aja deh :D suatu hari, saya chatting dengan salah seorang teman chatting yang kebetulan sedang terkena penyakit dengan gejala serupa dengan saya namun saya didiagnosa hanya sakit aneh biasa namun dia didiagnosa kena penyakit yang sering menjangkiti pelanggan gelap nyawang. Setelah berfilosofi kesana kemari seperti kera sakti, kami sampai pada suatu pembicaraan dimana dia bertanya, “Apa yang membuat cowo illfeel ama cewe.” Tentu saja saya hanya bisa menjawab apa yang kira2 dapat membuat saya illfeel ama cewe tapi entah kenapa di tengah pembicaraan mendadak berganti topik seperti di Junker Paradiso hingga tercetuslah cerita berikut:
Bandung, 19 Oktober 2009. Nina dan Nani, anak kembar identik yang cantik jelita, tengah menempuh kerasnya semester 7 di kampus tercintanya. Nina dan Nani berparas serupa, namun ada hal yang sangat membedakan mereka, “benda” yang terletak di antara perut dan leher milik Nina berukuran melon sedangkan Nani, katakanlah, hanya apel granny smith. Nina dan Nani, selayaknya mereka yang berparas jelita di sarang penyamun, tentu saja telah memiliki pacar yaitu Ota dan Jad. Stress TA membuat anak kembar ini sering bertengkar dengan pasangan mereka, tetapi mereka punya cara yang berbeda untuk menyelesaikan masalah. Btw blablabla cuih barusan hanya sekedar menjelaskan background, inti ceritanya di 2 paragraf berikutnya.
Saat Nani yang ribut dengan Jad, ia bisa berusaha menyelesaikannya  dengan memeluk Jad kemudian menangis dan Jad masih tidak bergeming. Nani bisa membuat semua cookie yang ada di muka bumi atau merajut syal dengan sepenuh hati untuk Jad tapi itu kadang cukup untuk membuat Jad luluh tapi bisa juga gagal. Dunia terasa kurang adil bagi Nani.
Saat Nina ribut dengan Ota, ia dapat menyelesaikannya dengan mudah. Nina cukup menunjuk kepada ‘tomas’ dan berkata dengan lantang, “Sentuh mereka!!”. Langit Ota runtuh. Kakinya kehilangan pijakan, dan tangannya kehilangan pegangan. Keringat dingin membasahi dirinya. Kekhawatiran tentang hari esok menghilang. Tapi tetap saja Ota tidak sanggup menyentuh ‘mereka’. Ya, dunia Nina memang lebih mudah.
Anjirlah, pas menjalani proses membaca ulang dan melihat apa yang perlu diedit gw baru sadar betapa sampahnya cerita ini. Oleh karena itu dibiarkan apa adanya aja

Written by Obbie

Agustus 5, 2009 at 9:25 am

Ditulis dalam Jokes, Uncategorized

Ditandai dengan , ,

Seputar kepala dua

with 5 comments

Berikut ini hasil rekap dari apa yang saya alami sekitar tanggal 11 Juli 2009.

Pada pagi hari saya sampai di landmark sekitar pukul 09.05. Beberapa menit kemudian geng diBeRI datang sebagian. Setelah beberapa saat, mendadak bung Fahmi Mumtaz mencoba mengalihkan perhatian dengan cara yang seharusnya mudah disadari namun saya dengan polosnya menanggapi dengan sepenuh hati, setelah dipikir-pikir ngga mungkin orang normal seperti Fahmi penasaran dengan jalur yang telah terlihat oleh mata dan mudah diperkirakan. Mendadak Naila dan Wulan datang membawa sekresek balon berisi air yang membuat saya berlari-lari. Entah kenapa balon yang tipis dan mudah meledak saat sedang ditiup itu tidak ada satupun yang pecah di badan, mungkin sudah takdir. Eniwei ini adalah perayaan kejutan pertama saya selama 20 tahun hidup, hehe makasih ya teman-teman.. :)

Sesi pemotretan yang mengerikan dimulai. Kami tampak seperti segerombolan alay yang berusaha mengabadikan momen berharga namun pada tempat yang tidak seharusnya. Namun jelas sekali bahwa kami bukanlah alay, karena kami keren-keren dan kece. Nanti kalo sudah tua, akan kami peringatkan anak-anak kami untuk tidak pernah mengata-ngatai orang yang foto2 dekat patung Jenderal Sudirman. Apa mau dikata, niat boleh besar namun bermodal kecil, tidak ada kamera yang layak digunakan sebab kami sejak awal bergantung pada kamera yang akan dibawa Andru. Untungnya setelah Andru datang bisa langsung foto-foto ceria nan berkualitas tinggi. Setelah pemotretan, kami berangkat ke Plangi.

The buffet menjadi tujuan utama perjalanan ini. Terlepas dari makanan yang tersedia kurang bercita rasa tinggi, namun kebebasan mengambil dikombinasikan dengan rasa tidak ingin rugi membuat orang-orang menjadi liar. Meja-meja itu menjadi saksi bisu bagaimana piring2 berhamburan silih berganti di atasnya. Secara pribadi, saya sedang tidak terlalu lapar namun berkat niat tidak ingin rugi tersebut saya melepas sedikit batas kewajaran makan yang telah susah payah diturunkan sejak awal KP ini dan berhubung setelah melepas bataspun tampaknya masih sedikit yang sanggup saya makan sehingga saya hanya mampu membuat pihak restoran merugi dari segi cuci piring. Setidaknya 7 gelas minuman + 14 piring saya gunakan untuk menjadi wadah makanan yang tidak kunjung berhenti berganti hingga akhirnya setumpuk gepuk alot menjadi batas yang tidak mampu saya tembus. Beres makan2 saya sudah bersiap2 merasakan pahitnya tagihan tapi untungnya saudara Fahmi (Fahminya sendiri, bukannya saudaranya si Fahmi) dengan ringan tangan ngajak patungan sehingga beban saya berkurang setengahnya.

Dari the buffet, kami ngider nyari charger hape dan malah ketemu sama Adam Jordan, itu lho yang main di sinetron Tersanjung. Setelah dapet, ke gramed dan kemudian bubar. Huhuhu masih pengen jalan-jalan tapi udah pada ada keperluan masing-masing. Eniwei makasih yaa teman-teman, ulang tahun saya kali ini tidak sepi :)

Tanggal 12 Juli, sebenarnya sih ini hari ulang tahunnya Anto dan Indra tapi berhubung kakak saya dan suaminya belum berkesempatan bertemu saya pada tanggal 11 jadilah kami bertemu untuk makan2 tapi tentunya yang bayar bukan saya dong :D Nah makan2 pertama dimulai pada jam setengah tiga di Gandy, saya makan sesuatu yang tampaknya seperti daging burger setebal beberapa senti. Setelah makan di Gandy, belanja di Giant dan kali ini saya rada2 maruk beli cemilan dengan brutal. Karena capek belanja, akhirnya jam 5 kami makan lagi di Andakar, di daerah pancoran. Di sana saya makan betis domba, iga panggang, dan burger. Huhuhu bener2 makmur deh, tapi bagian pahitnya terasa pas nimbang berat badan dan melihat buncitnya perut. Selesai kape mulai pola hidup sehat lagi ah :D

Statistik orang-orang yang ngasih ucapan selamat

Early bird (10 Juli):
Dessy Farhany (7.44pm)
Hanif (10.19pm)

The day:
1.Bintang (12.00am)
2. Arif Nanda
3. Gindut
4. Atin
5. Zakka
6. Upan
7. Sabrina
8. Apri
9. Alsa
10. Lea
11. Damas
12. Irfan Hanif
13. Gisca
14. Bertha yang ngucapinnya dobel
15. Yanita
16. Ryvo
17. Rini
18. Okky
19. Dilla
20. Glen
21. Rizky
22. Nur
23. Esqi
24. Arif solomon
25. Bung Jamak
26. Ncuz
27. Carolina
28. Aci
29. Kanwil
30. Frizda
31. Ananti
32. Kak zaki
33. Puthut
34. Wafdan
35. Denny
36. Fatan
37. Syasha
38. Gandhi
39. Kak Diaz
40. Vinta
41. Kak Reisha
42. Ci Oti
43. Bayu yang lagi ngga ulang taun
44. Kukuh
45. Arid
46. Dea
47. Santi
48. Bayu yang lagi ulang taun
49. Afi
50. Uchenk
51. Bhella
52. Haris
53. Aidilla
54. Anto
55. Alit
56. Fahmi
57. Kak Vicky
58. Yanti
59. Tiram
60. Daya
61. Halim
62. Irtan
63. Mery
64. Mba sus
65. Juli
66. Restya
67. Bomez
68. Ratih
69. Arinaldo
70. Radian
71. Parry
72. Harbag
73. Redha
74. Panda
75. Elvina
76. Veri
77. Syva
78. Hafid
79. Herdy
80. Bung Totot
81. Ghifar
82. Kak Anda
83. Kak Desi
84. Amir
85. Dede Cempreng
86. Nadia
87. Ryan
88. Burung
89. Ferry Pangab
90. Ci Ira
91. Chrisna
92. Naya
93. Duddin
94. Kak Shieny
95. Rizcky
96. Riecong
97. Maul Woods
98. Kak Hengky
99. Ikrar
100. Christine
101. Risyad
102. Indra yang kemaren ulang tahun angka kembar
103. Dbuz
104. Petra
105. Abe yang rakus
106. Raski
107. Ko nju
108. Kak Andin
109. Roffi
110. Riga
111. Umi kakak kelas baik hati
112. Kak Shena
113. Hikam
114. Kak Cathy
115. Delvi
116. Tara
117. Ade Harnuza
118. Arief latu
119. Untheq
120. Inay
121. Adi asong
122. Seli
123. Pandy
124. Rino
125. Coach Heri
126. Qoshda
127. Bung Zen
128. PAW
129. Meha
130. Kak Tasia
131. Aji
132. Sonya
133. Peter
134. Bung Qbel
135. Kak Oon
136. Iponk
137. Ralay – Ralay raja alay

Setelah hari sabtu berlalu:
1. Dilla bolot
2. Shiddiq
3. Aloy the magician
4. Gegelem
5. Bunzuik

HP
Simpati:
1. Gindut, menyelamatkan gw dari upan, makasih banyak ya kak..
2. Upan, nyaris jadi yang pertama.. semoga berbahagia dengan yang 7 juli :D
3. Teteh, dibales waktu di dalem bus (wee pengalaman pertama)
4. Mami++ (ical,puja,andri,david), dibales waktu di dalem bus (wee pengalaman pertama)
5. August, tepat di sebelah gw pas sms
6. Wandra, sudah lama ngga main bareng nih
7. Lalla, gyaa maaf2 saya sering lupa pas anda ulang tahun
8. Shendi, sms-nya mengesankan ia cenayang
9. Niko robbel, waa Niko.. semoga doanya jadi kenyataan. Amin.
10. Tere, tanggal 13 hari senen non.
11. Sonya, sambil lalu doang.

XL:
1. Adiska, popularity saya pernah mencapai lima puluh  lho.. hidup KFC!! :p
2. Achenk (yang SBM, bukan yang stalker), saya baca smsnya tepat sehabis ketemu adam jordan lho hehehe.

Pertama setelah jam lahir
Di facebook = Halim
Ketemu langsung = Fahmi
SMS = August
YM = Nanto

Pertama
Di facebook = Bintang, 12.00 bo
Ketemu langsung = Kakaknya mamah dan istrinya
SMS = Gindut
YM = Ronny Tanzil

Hm.. Rupa-rupanya keberadaan facebook mengurangi jumlah sms secara sangat signifikan. Selain itu, rupa-rupanya nomer XL saya sangat tidak populer. Eniwei, makasih yaa semuanya. This is definitely the best birthday.. (so far) ;)

Written by Obbie

Juli 13, 2009 at 2:35 pm

Ditulis dalam Uncategorized

Farewell, June

with 5 comments

Juni, bulan yang selalu saya sukai. Waktu SD, biasanya ini waktu2 ujian akhir cawu dan saya pribadi sih selalu senang dengan event pertanda akan datangnya periode libur ini seperti saya lebih senang hari sabtu dibanding minggu (waktu sabtu masih hari sekolah). Waktu SMP, ujian mulai terasa pahit namun masih bisa saya nikmati sedikit karena membayangkan liburan dan masa-masa ulang tahun dimana saya selalu menantikan kado dari keluarga :) Waktu SMA, biasanya sih saya hepi2 aja walaupun masa-masa Juni berarti masa-masa pelatihan olimpiade sains (saya yang cupu ini tentu saja tidak tembus nasional hingga akhir, niatannya emang bukan mau lomba sih).  Nah kalo masa-masa kuliah tuh saya selalu benci UASnya dan sama sekali tidak menikmatinya namun berhubung itu terjadi pada bulan Mei sehingga bulan Juni ini tentunya tetap menyenangkan.

Khusus untuk masa-masa kuliah, Juni selalu menjadi titik naiknya kebahagiaan saya secara drastis dan akan mencapai puncaknya pada Juli namun segera menuju titik balik terdekat pada bulan Juli juga. Tahun 2007, saya sedang bahagia-bahagianya karena lagi masa2 indahnya kaderisasi, dan karena alasan pribadi. Tahun 2008, inilah masa-masa yang akan selalu saya kenang.

Bulan Juni tahun 2008, beberapa event tampak membebani saya dengan kejam. Gagal jadi asisten (karena males), disuruh2 oleh bung kahim (karena saya DE nganggur yang sering ngampus),  dan masalah pribadi (cuma masalah2 minor sih). AKAN TETAPI, bulan Juni 2008 tuh bener2 luar biasa gara2 hadirnya YVD dalam hidup saya. Seperti seorang pria yang menemukan cinta sejatinya yang telah lama hilang, begitulah perasaan saya saat bertemu YVD. Untungnya, prodi saya berisi beberapa orang yang juga keracunan YVD sehingga bermunculan duelist dari berbagai penjuru. Siang-malam berduel dan nyusun deck tidak membuat saya bosan dan justru ingin lebih jauh melakukan eksplorasi terhadap kemungkinan-kemungkinan yang ada. Akhirnya saya menemukan bentuk ideal saya pada tindakan remove from play. Sayangnya ciri khas saya ini lepas sejak saya mengenal metagame yang ada saat ini sehingga saya langsung berganti haluan menjadi orang yang selalu menyesuaikan dengan metagame dan melakukan modifikasi sesuai dengan selera saya sendiri.

Kaisar “Banchy” Siregar, Tito “Dragon Knight” Daniswara, Inas “Battery Cell” Luthfi, Adityo “Cloudian” August, Unggul “The Scientist” Satrio, Amrimirza “Metaguru” yang gay,  Adi “Samurai” Purwanto, Garybaldi “Last Warrior” Wibawa Mukti,  Aloysius “The Magician” Adrian, Andri “Spirit” Rizki, dan maaf bagi yang lainnya yang tidak saya sebut berhubung saya sudah dimakan usia jadi rada pikun. Julukan ini saya ciptakan berdasarkan kecenderungan mereka dalam menyusun deck pada saat baru mengenal YVD dan menurut saya itu adalah bentuk asli dari pemikiran mereka masing-masing. Penjelasan dari nama2 di atas adalah sebagai berikut: Ical menggunakan ultra-defensive approach dalam menyusun deck,  Titz memang campursari dan agak gemuk decknya namun monster utamanya selalu naga, Inas penggemar keluarga battery, Agus sering menggunakan cloudian karena mereka lucu-lucu, Unggul selalu meracik sesuatu yang baru, Mirgay mengajarkan metagame pada saya,  Anto setia pada six samurai, Gary paling senang mengutak-atik berbagai skema dengan Last Warrior from Another Planet sebagai pusatnya, Aloy yang penuh dengan spellcaster, dan Andri yang walaupun hanya sebentar namun penuh dengan semangat.

Ya, itulah Juni 2008. Momen kebangkitan saya dari berbagai kesedihan. Saya tidak berharap banyak pada Juni 2009 ini karena sekarang adalah masa-masa saya harus KP, baru mengalami masalah pribadi yang skalanya tidak minor, nilai2 di bawah perkiraan awal, dan lain-lain. Untungnya, saya tidak berlarut-larut dalam kesedihan maupun mengenang masa2 jaya juni 2008 terlalu dalam (walaupun memang sangat saya rindukan) karena saat ini saya dikaruniai dengan teman-teman yang super-oke dan setiap kegiatan bersama mereka selalu saya syukuri sebagai saat-saat terbaik yang bisa saya dapatkan :D

Berakhirnya Juni kali ini berarti sudah semakin dekat menuju momen titik balik kebahagiaan (asumsi hipotesis saya benar). Namun saya akan tetap menyambutnya dengan riang gembira, karena walaupun cupu saya selalu bahagia. Fufufu :D

Written by Obbie

Juni 27, 2009 at 5:02 pm

Ditulis dalam Me

Ditandai dengan , ,