Persiapan Menuju KP
There she goes
There she goes again
Racing through my brain
And I just can’t contain
This feeling that remains
[H-2 KP, 6 Juni 2009]
Bangun tidur kuterus mandi, tidak lupa menggosok gigi.. lalala… Terdengar menyenangkan bukan? Yah sebenernya sih asik2 aja, seandainya itu bukan aktivitas jam 5 pagi dan malam sebelumnya ngga mindah2in barang sampe jam 12 yang mana jumlah barang tersebut tidak proporsional untuk dipindahkan dari kamar berukuran 4×4 ke dalam mobil dan kemudian dikeluarkan lagi. Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, sekarang gw mulai paham kenapa barang-barang papah-mamah ada banyak banget di rumah.
Pukul 05.40 berangkat dari kotabaru menuju jalan Riau, menjemput sepupu dari lampung yang berusaha masuk ke UNPAD. Setelah sukses mengangkut sang sepupu dan ibundanya, kita nyarap aneka lontong dulu sebelum pergi ke RSHS. Di RSHS gw menjenguk om gw yang tengah berjuang melawan kanker usus yang sudah sangat parah, semoga Allah memberikan keajaiban kecil dan menyembuhkannya… Begitu banyak selang yang dimasukkan ke tubuhnya sekedar untuk menyangga kehidupannya.. Riwayat kesehatan keluarga yang dipenuhi kasus kanker, diabetes, dan stroke memaksa gw untuk mengambil tindakan ekstrim. Ya, gw adalah seorang ekstrimis. Mulai detik ini gw hanya akan makan maksimal 2 porsi orang normal tiap kali makan, 3 porsi bila memang porsinya kecil, dan 5 porsi bila memang sangat kelaparan sekali. Tidak ada lagi makan-makan brutal seperti tahun-tahun kelam yang telah berlalu.
Sehabis dari RSHS pergi ke rumah sepupu dan nungguin kedatangan jemputan suatu perusahaan travel tertentu dan mendapat kejutan saat mencapai pool-nya. Ternyata semobil dengan pasangan IF06 yang menuju Palembang, alih-alih dari Bandung langsung ke Palembang hanya dengan menggunakan mobil tentunya tujuan mereka saat ini ke bandara. Eniwei, nyaris sepanjang perjalanan gw tidur dan terjadilah tragedi itu.. AC-nya MATI!!! omgd ini kota lagi panas-panasnya dan AC mati!? Saatnya kabur ke alam tidur sebisa mungkin, terasa cukup mudah karena semalem emang kurang tidur dan separuhnya lagi kayaknya karena serangan panas yang cukup untuk bikin orang pingsan deh.
Siangnya nyampe di hotel, agak shock ngeliat tarif internetan dari kamar tapi nekat menggunakannya juga berhubung yang bayar bukan gw.. mwahahaha.. Beberapa saat kemudian terjadi pelanggaran “sumpah 2 sehat 5 kebanyakan” yang baru dibuat tadi pagi, dasar nyokap ngga bisa ngeliat anaknya berusaha hidup dengan makanan minim eh langsung dicekokin burger, french fries, onion ring, minuman penuh gula, dsb sehingga sekali lagi gw merasakan kenikmatan hipokrit.
Malamnya, awalnya berencana nonton Star Trek di Grand Indonesia jam 10.. eh ternyata jam 6 harus menghadiri kondangan orang kantor dulu. Ternyata oh ternyata, jalanannya pamer paha (padat merayap tanpa harapan) dan lokasi kondanganya juga jauh banget sedemikian rupa sehingga gw mengikuti saran mamah untuk berusaha menikmati acara. Usaha untuk menikmati acara ini berakhir dengan pelanggaran sumpah lagi… Kambing guling, korean BBQ, crepes, mie kocok medan, empal gentong.. Yang gw sebutkan barusan bukan menu lengkap apa saja yang disajikan di sana, hanya daftar makanan yang berakhir menuju perut saja.. Dari daftar barusan dapat dibayangkan risiko penyakit-penyakit yang akan datang menghantui di hari tua nanti. Tapi seperti kata seorang teman gw, “Tenang, ntar juga pas kita udah tua ketemu obatnya.” Semoga saja dia benar, kalo ngga ya setidaknya semoga metabolisme gw masih cukup sakti saja
[H-1 KP a.k.a hari G, 7 Juni 2009]
Bangun tidur langsung makan, kali ini alhamdulillah masih dalam batas aman. Hanya salad, roti + mentega, dan Nasi goreng Thailand + rendang + mie goreng + sosis sajalah yang mengisi perut dan semuanya dalam porsi kecil yang mana karena variasinya yang cukup banyak malah menghilangkan arti kecil pada frasa porsi kecil tadi. Abis makan balik ke kamar, beres-beres dan langsung menuju tempat gw menginap selama masa KP ini.
Siang yang terik itu, dalam perjalanan menuju kamar (berasa jauh aja) yang terbayang di otak adalah kamar mungil yang indah.. apa dinyana yang muncul adalah kamar besar yang ada tempat memandikan bayinya segala. Banyak space tak termanfaatkan disini, sangat berbeda dengan masa-masa suram di kost kecil yang nyaman itu. Secara singkat, kamar ini terlalu luas untuk orang sederhana seperti gw tapi tentu saja bukan berarti gw mengharapkan ada bellboooys yang menemani juga di kamar.
Singkat cerita, mulai siang sampai senin pagi gw berada sendirian di kamar dan hanya ditemani laptop dan HP untuk mengisi waktu. Tanpa koneksi internet, laptop gw masih sanggup sedikit menghibur walaupun waktu lalu gw teledor tidak menyiapkan ransum masa KP. Sedangkan untuk HP sendiri, niatan awal untuk ngegangguin kehidupan tenang orang-orang akhirnya batal dengan pertimbangan belas kasihan
Akhirnya malam senin ini dihabiskan dengan membuat draft blog ini, dan merenungi nasib sedikit. Merenungi akademik terasa percuma karena nasi telah menjadi jus nasi, tidak ada yang bisa diperbuat lagi dan biasanya juga emang bawaannya ya segitu-segitu aja sama akademik. Merenungi kehidupan pribadi, mulai terasa keanehan-keanehan keputusan yang diambil selama ini. Ngga ada usaha yang berarti, keterlambatan kesadaran akan penolakan halus yang dilakukan, kepercayaan yang terlalu besar pada saran dari orang-orang yang lebih tua, dan lain-lain sebagainya.. gw percaya hasil saat ini adalah hasil yang baik dan ini adalah pertanda untuk mengurus karir dengan sebaik-baiknya karena postulat si Fallfech the Hypocrite jelas menyebutkan bahwa pasangan itu menghambat. Untuk saat ini jawaban yang tepat memang merelakan, entah itu untuk diambil orang lain, remain single, atau lainnya.
Semangat KP aja deh
SUDIRBOOOYYSSSS!!!
SU-DIR-BOYS!